Sejarah Kelurahan Oro Oro Ombo
Kelurahan Oro Oro Ombo pada awal berdirinya adalah sebuah desa. Sebelum menjadi kelurahan seperti sekarang ini, dulunya daerah ini hanya berupa pedukuhan yang memiliki wilayah yang cukup luas dan banyak lahan yang belum dimanfaatkan berupa rawa-rawa, sehingga oleh masyarakat disebut “Oro Oro Ombo”.
Untuk memperingati hari berdirinya Kelurahan Oro Oro Ombo, maka setiap tahun sekali di setiap bulan Suro hari Jum’at Legi seluruh anggota masyarakat mengadakan tradisi “Bersih Desa”. Tempat peringatan di dua tempat, yaitu Gedung Pertemuan Kelurahan dan di Punden Kelurahan Oro Oro Ombo yang merupakan makam leluhur yang babad tanah desa.
Masyarakat berbondong-bondong membawa ambeng/ buceng sendiri-sendiri yang dikumpulkan jadi satu di dua tempat untuk selamatan, setelah terkumpul semua baru Kepala Kelurahan datang di Punden “Mbah Buri” dengan modin dan beberapa perangkat untuk mendoakan para leluhur/ pendiri Desa Oro Oro Ombo, setelah doa ambeng/buceng dimakan bersama-sama seluruh warga yang hadir di Punden.
Sehabis dari Punden kemudian ke gedung kelurahan yang acaranya persis seperti tersebut diatas, makan bersama seluruh warga yang hadir dan sehabis makan acara selesai tanpa ada hiburan seperti tayub, Langen beksan atau lain-lain.
Kepemimpinan
Berdasarkan UU No. 22 tahun 1999, Tentang Pemerintahan Daerah sebagai pengganti UU No. 5 tahun 1974 dan UU No. 5 tahun 1979, istilah Kotamadya Daerah Tingkat II Madiun berubah menjadi Kota Madiun. Dan sebagai akibatnya sejak tahun 1979 pemerintah desa Oro Oro Ombo berubah menjadi Kelurahan Oro Oro Ombo.









